ULM Raih Skor 3 Pohon UI GreenMetric, Perkuat Kampus Hijau
Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang keberlanjutan lingkungan. Pada ajang UI GreenMetric (UIGM) Trees Rating 2026, ULM berhasil meningkatkan capaian menjadi 3 pohon, naik dari skor 2,5 pohon yang diraih tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi bukti nyata komitmen ULM dalam mengembangkan konsep kampus hijau yang berorientasi pada keberlanjutan.
UI GreenMetric Trees Rating merupakan bagian dari UI GreenMetric World University Rankings, yang menilai implementasi prinsip kampus hijau di perguruan tinggi dengan skala satu hingga lima pohon. Lima pohon menjadi predikat tertinggi, sementara capaian tiga pohon menunjukkan bahwa ULM telah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat tata kelola lingkungan kampus.
Rektor Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan wujud nyata komitmen universitas dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kampus Hijau merupakan salah satu bentuk komitmen ULM dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Evaluasi UIGM dilakukan berdasarkan enam indikator utama:
- Penataan kawasan dan infrastruktur ramah lingkungan
- Efisiensi energi serta mitigasi perubahan iklim
- Pengelolaan limbah
- Konservasi sumber daya air
- Pendidikan dan penelitian berbasis keberlanjutan
- Transportasi hijau
Peningkatan skor menjadi tiga pohon mencerminkan kemajuan ULM dalam memperkuat tata kelola lingkungan kampus, mulai dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan hingga peningkatan kualitas kurikulum dan riset yang berorientasi pada isu lingkungan.
Sejak kembali mengikuti UI GreenMetric pada 2024 setelah vakum selama periode 2019–2023, ULM terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pada keikutsertaan tersebut, ULM berhasil masuk dalam jajaran peringkat 1.016 dunia. Capaian ini menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kampus berkelanjutan dan memperkuat posisinya di tingkat nasional maupun internasional.
Sepanjang 2026, ULM melaksanakan serangkaian kegiatan konkret yang memperkuat tata kelola lingkungan kampus. Pada 9 April 2026, ULM mengukuhkan 275 mahasiswa sebagai Penggerak Pilah Sampah dan mencanangkan gerakan “Sampah Kampus, Selesai di Kampus” yang dihadiri dan dikukuhkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq; kegiatan ini menjadi tonggak partisipasi sivitas akademika dalam pengelolaan sampah berbasis kampus.
ULM juga menjalankan program pemilahan sampah plastik dan botol di berbagai unit kerja dan fakultas sebagai langkah awal pengelolaan limbah terintegrasi; inisiatif ini meliputi penempatan keranjang khusus botol/plastik dan pelibatan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk memastikan sampah terpilah sejak sumber.berik
Sebagai bagian dari solusi teknis, tim peneliti ULM yang dipimpin Prof. Sunardi, S.Si, M.Sc, Ph.D (Kepala LPPM) mengembangkan teknologi reaktor pelelehan yang mengubah sampah plastik residu menjadi material komposit (ecowood) untuk furnitur dan konstruksi. Proses ini dilakukan tanpa pembakaran (suhu terkontrol di bawah 250°C), menghasilkan produk tahan lama dan bernilai ekonomi, serta mampu mengolah sampah dalam skala besar untuk kebutuhan kampus dan mitra daerah.
ULM juga mengintensifkan sosialisasi penggunaan tumbler untuk mengurangi plastik sekali pakai, termasuk kampanye fakultas dan penyediaan titik isi ulang air minum di lokasi strategis kampus; langkah ini dipadukan dengan kuliah umum dan kegiatan edukatif untuk membentuk kebiasaan berkelanjutan.
ULM berharap capaian ini menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik pada penilaian mendatang. Selain meningkatkan skor pada setiap indikator, universitas juga berkomitmen memperkuat posisinya sebagai salah satu kampus hijau unggulan di Kalimantan yang konsisten mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengelolaan lingkungan kampus. Dengan semangat kolektif dan komitmen yang kuat, ULM optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan perguruan tinggi berkelas dunia yang berwawasan lingkungan.

