ULM Fasilitasi 23 Peserta Disabilitas dalam Pelaksanaan UTMBK 2026
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif melalui pelaksanaan Ujian Tulis Masuk Berbasis Komputer (UTMBK) Jalur Disabilitas Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) di Digital Library General Building ULM dengan diikuti sebanyak 23 peserta penyandang disabilitas.
Sejak kedatangan peserta, panitia bersama relawan mahasiswa memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari proses registrasi, pengantaran ke ruang ujian, hingga pendampingan selama pelaksanaan tes berlangsung. Seluruh proses dilakukan dengan tetap menjaga prinsip netralitas dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta untuk mengikuti ujian.
Koordinator Layanan Disabilitas ULM, Dr. H. Utomo, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa ULM telah menyiapkan 17 relawan mahasiswa yang bertugas mendampingi peserta selama pelaksanaan UTMBK. Menurutnya, para relawan telah memiliki pengalaman dalam memberikan layanan kepada mahasiswa disabilitas selama proses perkuliahan di lingkungan ULM sehingaa dihaapkan mampu mengakomodir para peserta ujian agar dapat mengikutinya dengan aman dan lancar.
“Relawan kami juga sudah terbiasa mendampingi penyandang disabilitas yang sudah menjadi mahasiswa saat perkuliahan” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini ULM memiliki lebih dari 60 mahasiswa penyandang disabilitas yang aktif menempuh pendidikan. Ke depan, ULM terus berupaya meningkatkan berbagai aspek layanan bagi penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk berkembang.
“Dari semua aspek harus ada peningkatan terutama akses aksesibilitas dan juga penerimaan dari jurusan dan prodi di ULM yang bisa mengakomodir kebutuhan mereka” tambahnya
Selain pelaksanaan ujian, panitia UTMBK ULM bersama dengan Tim Koordinator Disabilitas juga melakukan asesmen dengan rang tua peserta sebagai bagian dari upaya mengenali kebutuhan serta bentuk dukungan yang diperlukan oleh calon mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Asesmen tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan layanan akademik dan nonakademik yang diberikan sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta.
Salah satu orang tua peserta, Jeslyn, mengungkapkan bahwa putranya telah mempersiapkan diri secara intensif selama kurang lebih delapan bulan untuk mengikuti UTMBK Jalur Disabilitas. Beliau menaruh harapan besar agar ULM terus memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Harapan kami, peluang bagi penyandang disabilitas semakin diperluas, pilihan program studi semakin beragam, serta ada dukungan dari para dosen yang memahami kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
Pelaksanaan UTMBK Jalur Disabilitas Tahun 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya tanpa memandang kondisi fisik maupun kebutuhan khusus yang dimiliki.

