ULM Perketat Pengawasan untuk Cegah Kecurangan di UTBK 2025
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menerapkan pengawasan ketat dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 guna mencegah segala bentuk kecurangan. Hingga hari ketujuh pelaksanaan UTBK, panitia menyatakan tidak ditemukan adanya kasus pelanggaran atau indikasi kecurangan di lokasi ujian ULM.
Langkah pencegahan dilakukan menyeluruh, mulai dari pembekalan dan komitmen petugas, pemeriksaan ketat terhadap peserta, hingga pengawasan aktif saat ujian berlangsung.
Kami memastikan seluruh petugas telah menandatangani pakta integritas, memahami, dan melaksanakan prosedur operasional baku (SOP) sesuai ketentuan SNBT. Amanah menjadi prinsip utama kami,” ujar Hj. Nieke Rezeki Febriantie, S.E., M.M., Kepala Biro Akademik & Kemahasiswaan.
Sebelum memasuki ruang ujian, peserta terlebih dahulu diarahkan ke ruang transit untuk mendengarkan pembacaan tata tertib dan meletakkan seluruh barang bawaan kecuali berkas penting.
Selanjutnya, peserta diperiksa secara menyeluruh menggunakan metal detector, mulai dari ujung kepala hingga kaki, bagian depan dan belakang tubuh, serta sisi kiri dan kanan. Prosedur ini dilakukan dengan seksama sesuai protokol nasional yang ditetapkan oleh panitia SNPMB.
Dalam ruang ujian, pengawas bertugas untuk mencocokkan identitas peserta dengan kartu ujian dan wajah secara langsung, serta memastikan berkas yang dibawa sesuai aturan. Selama sesi ujian berlangsung, pengawas aktif berkeliling untuk mengawasi dan mendeteksi potensi aktivitas mencurigakan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini (hari ke-7 sesi 13 dan 14), pelaksanaan UTBK di ULM berlangsung clear tanpa ada laporan kecurangan. Kami berharap situasi ini terus bertahan hingga UTBK selesai, meskipun kita mendengar isu-isu dugaan kecurangan dari media sosial di daerah lain,” ungkapnya.
Dengan sistem pengawasan berlapis, Universitas Lambung Mangkurat menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan UTBK. Upaya ini tak hanya menjaga keadilan bagi seluruh peserta, tetapi juga mendukung terwujudnya seleksi nasional yang objektif, bersih, dan kredibel.
ULM berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan jujur dan tertib, dan bersama-sama menciptakan suasana akademik yang adil, aman, serta bebas dari praktik curang dalam bentuk apa pun.

