Menghayati Jumat Agung: Renungan Sivitas Akademik ULM
Umat Kristiani di berbagai wilayah Indonesia memperingati Jumat Agung 2025 dengan suasana khidmat dan penuh kesederhanaan. Jumat Agung yang jatuh pada 18 April tahun ini merupakan bagian penting dari rangkaian Pekan Suci yang mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk pengorbanan demi menebus dosa umat manusia.
Momentum ini menjadi saat yang sakral untuk kembali merenungkan makna kasih, pengampunan, dan pengorbanan yang diteladankan oleh Yesus. Setelah peringatan Jumat Agung, umat Kristiani akan merayakan Hari Raya Paskah pada Minggu, 20 April 2025, dan kemudian Hari Raya Pantekosta, yang berlangsung 50 hari setelah Paskah untuk memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem.
Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Humas, Drs. Parmasihat, menegaskan pentingnya Jumat Agung sebagai puncak penggenapan janji Tuhan dalam penebusan dosa. “Peristiwa penyaliban Yesus ditebus melalui dua hal—tubuh yang dianiaya secara fisik dan darah yang tercurah ke bumi. Itu semua dilakukan agar manusia dapat dilahirkan kembali dan tidak lagi hidup dalam dosa,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak umat Kristiani untuk menghayati peristiwa suci ini dengan memperdalam iman dan memperkuat perbuatan kasih.
“Mari kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, melaksanakan ajaran-Nya, membaca Alkitab, rajin beribadah, dan berbuat baik kepada sesama tanpa memandang latar belakang. Sebab Tuhan pun tidak pernah membeda-bedakan manusia,” tambahnya.
Rolin Lakamey, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Lambung Mangkurat, turut menyambut Perayaan Jumat Agung dengan suka cita.
“Jumat Agung bagi saya adalah anugerah dan karya terbesar Tuhan bagi umat manusia. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Tuhan rela mati menggantikan kita agar kita, anak-anak-Nya, tidak binasa,” ujarnya.
Rolin juga membagikan kebiasaannya dalam merayakan hari suci tersebut.
“Biasanya saya akan melakukan ‘Saat Teduh’ untuk mengucap syukur kepada Tuhan,” katanya.
Melalui peringatan ini, umat Kristiani diharapkan semakin teguh dalam iman, mempererat kasih antar sesama, dan menjadikan pengorbanan Kristus sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

