IAAS LC ULM Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sayur Organik di Desa Mandiangin Timur
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 1 September 2025
Banjar, Kalimantan Selatan – Tim PPK Ormawa IAAS Local Committee (LC) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Pada Sabtu (30/8/2025), tim melaksanakan pelatihan budidaya sayur organik dan pengaplikasian kompos bersama masyarakat Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan bulan Juli lalu yang berfokus pada pembuatan pupuk organik berbahan lokal. Kali ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung cara mengaplikasikan pupuk kompos dalam budidaya sayuran.
Dosen pendamping tim, Dra. Eny Dwi Pujawati, M.Si., menjelaskan pentingnya menerapkan pertanian ramah lingkungan. Menurutnya, kompos tidak hanya meningkatkan kesuburan dan memperbaiki struktur tanah, tetapi juga mampu menambah unsur hara sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
“Dengan penggunaan pupuk kompos, kualitas tanah dapat terjaga dan produktivitas pertanian bisa berlangsung lebih lama tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.
Setelah sesi pemaparan, warga diajak melakukan praktik lapangan. Dengan penuh antusias, peserta mencampurkan tanah dengan pupuk organik hasil pelatihan sebelumnya, lalu menanaminya dengan bibit sayuran seperti terong, seledri, daun bawang, dan cabai dalam polybag berukuran sedang. Suasana berlangsung interaktif, banyak warga bertanya seputar teknik perawatan bibit hingga penyiraman yang tepat.
Dari hasil kegiatan, tercatat sekitar 125 polybag berhasil ditanami. Sebagian dikelola secara kolektif di lokasi pelatihan untuk pemantauan bersama, sementara sisanya dibawa pulang oleh warga sebagai praktik lanjutan di rumah. Cara ini dinilai efektif karena masyarakat dapat belajar sekaligus bertanggung jawab langsung terhadap hasil tanamannya.
Lebih jauh, pelatihan ini juga membuka ruang diskusi antara tim ULM, warga, dan perangkat desa terkait pengembangan Sanggar Tani Satria Muda. Gagasan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan pertanian di Desa Mandiangin Timur, agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di praktik saja, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif yang berdampak pada peningkatan ekonomi desa.
Bagi masyarakat, kegiatan yang digagas ULM bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini, karena langsung bisa dipraktikkan di lahan. Semoga bisa berkelanjutan dan membawa hasil nyata bagi desa,” ujar salah seorang warga usai kegiatan.
Pelatihan ini menandai langkah penting ULM dalam membangun kemandirian pangan masyarakat desa. Melalui rangkaian program berkelanjutan, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga praktik budidaya sayur sehat, ULM berharap Desa Mandiangin Timur dapat menjadi contoh inspiratif penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal, bahkan hingga menjadi model bagi daerah lain di Kalimantan Selatan.






Previous post
Dari Sampah Jadi Solusi: ULM dan Warga Teluk Tiram Wujudkan Kompos Bernilai
Next post
