Tiga Pakar Nasional Bekali Mahasiswa FPIK ULM Hadapi KKN Tematik 2025
Banjarbaru, 7 Juli 2025 — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Kuliah Umum dan Pembekalan Awal KKN Tematik Berdampak Tahun 2025 di Aula Lantai 3 Gedung FPIK ULM Banjarbaru, Senin (7/7). Kegiatan ini diikuti oleh 233 mahasiswa dari enam program studi sebagai persiapan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Pembekalan sekaligus kuliah umum disampaikan oleh tiga pakar nasional di bidang ilmu perairan dan pesisir, yakni Prof. Dietriech G. Bengen dengan materi bertema “Mangrove sebagai Ekosistem Pesisir: Fungsi, Manfaat, dan Pengelolaannya”, Prof. Fredinan Yulianda dengan materi bertema “Wisata Bahari”, dan Prof. Mulyono S. Baskoro dengan materi bertema “Pengembangan Atraktor Cumi-cumi dalam Konteks Perikanan Terpadu”
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 233 mahasiswa dari enam program studi di FPIK, di antaranya:
- Prodi Teknologi Hasil Perikanan (38 orang);
- Prodi Sosial Ekonomi Perikanan (49 orang);
- Prodi Perikanan Tangkap (13 orang);
- Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan (56 orang);
- Prodi Ilmu Kelautan (44 orang); dan
- Prodi Akuakultur (33 orang)
Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis dan strategis terkait pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Materi yang disampaikan para pakar mencakup pendekatan ekologis, sosial, dan teknologi dalam pembangunan wilayah pesisir, termasuk pemanfaatan mangrove, pengembangan wisata bahari, serta integrasi alat tangkap ramah lingkungan.
“Atas nama fakultas, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan narasumber. KKN ini nantinya dilaksanakan di Tanah Bumbu berdasarkan MoU kita dengan pemerintah daerah,” ujar Dekan FPIK ULM, Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, M.P.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran para pakar nasional menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan program KKN berbasis kompetensi.
“Kita bersyukur punya alumni luar biasa. Para narasumber hari ini memiliki pengalaman luas di seluruh Indonesia. Ini jadi bekal penting bagi adik-adik mahasiswa untuk memahami konteks lapangan dan memperkuat program kerja KKN nantinya,” ucapnya mewakili Rektor ULM.
Setelah pembekalan ini, mahasiswa akan diberangkatkan ke lokasi KKN di Kabupaten Tanah Bumbu untuk menjalankan program pengabdian masyarakat selama beberapa minggu. Fokus utama kegiatan mencakup pemberdayaan pesisir, konservasi mangrove, pemanfaatan potensi perikanan, serta pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat.
Dengan kegiatan pembekalan ini, FPIK ULM menunjukkan keseriusannya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu lingkungan dan sosial kemasyarakatan, terutama di kawasan pesisir Kalimantan Selatan.










