Fakultas Perikanan ULM Dorong Inovasi, Kelola Mangrove, dan Kolaborasi Internasional
Banjarmasin, Januari 2025 – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di bawah kepemimpinan Dr. Ir. H. Untung Bijaksana, MP., terus mendorong kolaborasi lintas sektoral, pengelolaan sumber daya alam, dan inovasi akademik untuk memperkuat sektor perikanan.
Pada kesempatan wawancara bersama jajaran Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr. Untung menyampaikan komitmennya untuk memajukan sektor perikanan dengan berbagai terobosan.
“Universitas Lambung Mangkurat telah menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian daerah, hingga sektor industri dan swasta dalam berbagai program pembangunan,” tuturnya.
FPIK ULM juga diuntungkan untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut, mengingat Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad, S.E., M.Si., merupakan Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi se-Indonesia Timur dan Ketua Konsorsium Universitas-Universitas Borneo (KUUB). Dengan posisi tersebut, ULM dapat menjaring relasi lebih luas.
Dr. Untung juga menyampaikan bahwa kini ULM juga mengelola 611 hektare kawasan mangrove di Teluk Tamiang, Kotabaru, yang ditugaskan oleh Kementerian. Area ini dirancang sebagai pusat pengembangan masyarakat pesisir melalui program pembesaran bandeng dan produksi kepiting soka (tanpa cangkang), yang diharapkan menjadi penopang ekonomi lokal.
Baru-baru ini, di Sungai Riam, Pelaihari, ULM melalui kerjasama dengan Polda Kalsel, BINDA Kalsel, dan PT AGM berkolaborasi dalam program peternakan sapi untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam bidang peternakan. Sebanyak 200 sapi akan menjadi awal program keberlanjutan di wilayah tersebut.
Menurut Dr. Untung, kolaborasi lintas sektoral diperlukan untuk menghadapi tantangan besar.
“Kita harus menghapus sekat-sekat kesukuan dan bersatu membangun bangsa yang lebih kuat. Kalimantan Selatan dikenal sebagai ‘raja makan ikan,’ sehingga sektor perikanan harus terus berkembang,” ujarnya.
ULM kini sedang mempersiapkan pembukaan lima program studi di luar kampus utama, termasuk di Kotabaru, untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat pesisir. Dekan FPIK juga berkomitmen mendorong akreditasi internasional program studi, sejalan dengan peningkatan kolaborasi penelitian yang berdampak luas.
Sebagai salah satu langkah konkret, sebanyak 250 mahasiswa akan diberangkatkan untuk mengikuti program KKN tematik di Tanah Bumbu, bertujuan membina desa-desa binaan dan memberikan dampak positif pada masyarakat.
“Kami ingin menjadi pusat unggulan di bidang akuakultur, teknologi hasil perikanan, hingga sosial ekonomi kelautan. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis mampu membawa kemajuan besar bagi sektor perikanan,” tutup Dr. Untung.
Melalui kolaborasi, inovasi akademik, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, Fakultas Perikanan ULM berharap dapat memperkuat daya saing nasional, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, dan menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.

