Rektor dan 1000 Mahasiswa Ikut Serta Hijaukan Gunung Pamaton Bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Provinsi Kalimatan Selatan
Kabupaten Banjar, Kawasan Gunung Pamaton yang merupakan bagian Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Lambung Mangkurat merupakan kawasan penting Daerah Aliran Sungai dan menjadi salah satu fokus penghijauan. Bersama 2.500 orang termasuk 1000 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., Gubernur Kalimantan Selatan Dr.(HC). H. Sahbirin Noor, S.Sos., M.H., menanam pohon mahoni di Gunung Pamaton, Sabtu (30/12) pagi. Kawasan Gunung Pamaton dan juga areal rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) PT Adaro Indonesia dengan luas 321 hektar. Penanaman ini menjadi bagian dari dari penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebanyak 1000 orang ULM menjadikan Kalimantan Selatan menjadi daerah yang jumlah pesertanya terbanyak dengan total 2500 orang dengan bibit yang ditanam sebanyak 7.500.
Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., mendukung penuh program penanaman pohon diseluruh Indonesia ini karena sesuai dengan Visi Misi ULM. Rektor juga berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh ULM setiap tahun. “Sebagai bagian dari masyarakat forestry nasional ULM dan Mahasiswa akan mengawal penanaman ini tidak hanya tahap menanap tapi juga merawat” tutup Rektor.
Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (Dirjen PKTL) KLHK Hanif Faisol Nurofiq yang juga ikut serta dalam penanaman pohon serentak ini menjelaskan KLHK siap memfasilitasi daerah yang tidak memiliki atau bahkan kekurangan bibit pohon untuk di tanam khususnya di daerah yang rawan bencana seperti banjir maupun tanah longsor. “KLHK menanam pohon secara serentak di 38 provinsi se-Indonesia, ini adalah upaya mitigasi bencana terhadap perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan, juga untuk menurunkan emisi karbon,” ucap Hanif.
Menurut Hanif, keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik mampu meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup. “KLHK berkomitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya dengan target angka net sink sebesar 140 juta ton CO2eq melalui Indonesia Folu Net Sink 2030,” ujarnya.










