Prodi Kesmas FK ULM Gelar Seminar Nasional, Bahas Strategi Transformasi Kesehatan Pasca Pandemi Covid-19
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 15 October 2023
Banjarbaru – Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana dan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister Fakultas Kedokteran ULM menggelar Seminar Nasional dengan tema “Transformasi Kesehatan dalam Perspektif Kolaborasi Multipihak dan Pemberdayaan Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19”. Seminar Nasional ini dilaksanakan pada hari Sabtu (14/10/2023) secara hybrid, bertempat di Grand Qin Hotel, Banjarbaru. Seminar Nasional ini dilaksankan dalam rangka bertujuan untuk membangun kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat implementasi transformasi sistem kesehatan Indonesia dan mendorong lahirnya inovasi Pembangunan Kesehatan.
Dukungan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat sejalan dengan cita-cita fakultas untuk hadir dan mengambil peran serta mendukung melalui aktivitas Tridarma Perguruan Tinggi. Dr.dr, Meitria Syahadatina Noor, M.Kes, selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, serta Prof. Dr. Ahmad, SE, M.Si, selaku Rektor Universitas Lambung Mangkurat, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan seminar.
Seminar yang dilakukan secara daring dan luring ini juga turut dihadiri oleh Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia, serta Plt. Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat dr. Nida Rohmawati, MPH, sebagai Keynote Speech, dengan materi “Arah dan Strategi Kebijakan Bidang Kesehatan Masyarakat dalam Transformasi Kesehatan Indonesia.”
Pada kesempatan tersebut, dr. Nida Rohmawati, MPH, mengungkapkan, bahwa saat ini dilakukan restrukturisasi jaringan pelayanan kesehatan primer dengan target jangkauan 7.281 Kecamatan (puskesmas, praktik mandiri dan fasilitas pelayanan kesehatan penunjang) 83.794 unit kesehatan di desa/kelurahan dengan minimal 1 orang perawat, 1 orang bidan dan kader, dan mengaktifkan 300.000 posyandu serta 273,5 juta penduduk dilakukan kunjungan rumah. Seluruh kegiatan pelayanan ini didukung dengan sistem pencatatan digital.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Plenary Session yang terbagi menjadi 2 sesi panel. Sesi ini dimoderatori oleh Vina Yulia Anhar, SKM, MPH, (moderator sesi panel 1), dan dr. Iskandar, Sp.A, M.Kes dari PSKM FK ULM (moderator sesi panel 2).
Terdapat total 6 narasumber yang mengisi 2 sesi ini dari lintas disiplin dan bidang.
Paparan sesi panel 1 diawali oleh dr. Bagus Rahmat Prabowo, MScPH dari UNAIDS Indonesia, membahas topik mengenai “Strategi Optimalisasi Pemerataan Layanan Rujukan di Negara Berkembang: Praktik Baik dan Pembelajaran.”
Pemateri selanjutnya, yaitu Prof. Dr. dr. H. M. Alimin Maidin, MP, dari FKM Universitas Hasanuddin, menyampaikan materi terkait dengan topik “Meningkatkan Kesetaraan Akses Layanan Kesehatan dengan Upaya Transformasi Pembiayaan Kesehatan di Indonesia.”
Kemudian, dr. Juhai Triyanti Agustina, M.Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, membawakan topik “Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam Sistem Ketahanan Kesehatan.”
Selanjutnya, sesi panel dilanjutkan oleh pemateri Anis Fuad., S.Ked., DEA dari FKKMK Universitas Gadjah Mada, dengan materi “Aplikasi Teknologi Digitalisasi dalam Bidang Kesehatan Masyarakat: Tantangan dan Peluang di Era Pasca Pandemi Covid-19.”
Kemudian, Hj. Nurul Ahdani., SKM., M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan materi terkait “Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Posyandu Era Transformasi Layanan Primer.”
Dilanjutkan oleh Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd. FISPH., FISCM dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, dengan topik “Peluang dan Tantangan UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 Terhadap Upaya Pemerataan SDM Kesehatan di Kalimatan Selatan.”
Dr. Drs. Eko Suhartono, M.Si, sebagai ketua panitia seminar nasional, menyampaikan, bahwa tema yang dibahas dalam kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting untuk ditelaah lebih lanjut.
“Tiga istilah kunci yang diusung dalam seminar ini adalah kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat dan transformasi kesehatan. Kolaborasi multipihak sangat penting. Tidak ada satu entitas atau individu pun yang dapat menangani krisis kesehatan semacam ini secara efektif sendirian. Kita perlu bekerja bersama-sama, lintas sektor, lintas profesi, dan lintas batasan geografis. Seminar ini akan memungkinkan kita untuk menjembatani kesenjangan dan memperkuat jaringan kerja sama yang lebih erat.” tutur beliau.
Dr. Eko juga menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat juga merupakan kunci dalam upaya transformasi kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang cukup, mereka akan menjadi lebih mampu mengatasi tantangan kesehatan dan berkontribusi pada upaya pemulihan pasca pandemi. Melalui seminar ini, para peserta akan membahas bagaimana strategi yang bisa dilakukan agar dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesehatan mereka sendiri, serta bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kesehatan mereka. “Upaya ini pada akhirnya akan bermuara pada transformasi kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambah beliau.
Kegiatan Seminar Nasional ini diikuti sekitar 220 orang, yaitu terdiri dari 60 orang hadir secara offline dan 160 orang hadir secara online. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa wakil provinsi, ada dari Sulawesi, Kalimantan Tengah, Kalimantan timur. Kegiatan Call for Paper dan Call for Poster juga turut menjadi rangkaian kegiatan seminar nasional. Mengangkat tema terkait dengan kesehatan masyarakat. Kegiatan Call for Paper diikuti oleh 26 presenter yang mempresentasikan hasil penelitian dan 31 peserta yang mengikuti presentasi poster.


Previous post
Mapala Gramenia Faperta ULM Gelar Aksi Sampaikan Aspirasi Peringati Hari Pangan Sedunia
Next post

