ULM Tanam Ribuan Pohon Kopi Robusta untuk Ketahanan Pangan dan Kampus Hijau
- Posted by Humas ULM
- Categories Berita Lainnya
- Date 22 September 2025
Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memanfaatkan momentum Dies Natalis ke-67 dengan meluncurkan program penghijauan produktif melalui penanaman ribuan bibit kopi robusta di area kampus Banjarbaru. Langkah ini menjadi komitmen ULM dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi kampus.
Kegiatan penanaman perdana dilakukan secara simbolis di halaman Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM pada Minggu (21/9/2025). Program ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan pendidikan.
“Kami ingin ruang-ruang kosong di kampus dihijaukan dengan tanaman produktif. Kopi dipilih karena cocok dengan kondisi geografis Kalimantan Selatan, bermanfaat bagi lingkungan, dan punya potensi ekonomi. Dengan sistem satu mahasiswa menanam dan merawat satu pohon, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi mereka,” ujar Rektor ULM, Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si.
Rektor menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai kemandirian pangan di daerah. Selain itu, program ini juga mendukung kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru yang tengah membangun konsep kota sehat dan hijau.
Rektor memproyeksikan bahwa dengan menanam hingga 10 ribu pohon kopi, pada tahun kedua panen diperkirakan mencapai 25 ribu kilogram biji kopi per tahun. “Dengan harga rata-rata Rp80 ribu per kilogram, potensi pendapatan bisa mencapai Rp2 miliar per tahun. Namun, lebih dari itu, tujuan utamanya adalah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mencintai dan mengembangkan pertanian,” jelasnya.
Kopi robusta dipilih karena sesuai dengan kondisi tanah dan ketinggian wilayah Banjarbaru yang berada di atas 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi.
Sementara itu, Dekan FPIK ULM, Dr. Untung Bijaksana, menyatakan seluruh fakultas diarahkan untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada. “Program ini bukan hanya mempercantik dan menghijaukan lingkungan kampus, tetapi juga bisa menjadi usaha produktif yang menopang keuangan universitas. Bahkan hasil panennya nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kafe-kafe di dalam kampus,” terangnya.
Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan pendapatan non-akademik agar universitas tidak perlu menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Kami berharap ke depan UKT bisa tetap stabil, bahkan mungkin diturunkan, karena kampus memiliki sumber pemasukan lain dari usaha produktif seperti kopi,” pungkasnya.
Selain penanaman kopi, puncak perayaan Dies Natalis ke-67 ULM juga diisi berbagai kegiatan seperti fun walk, fun run, bazar, lomba senam, dan layanan cek kesehatan gratis, yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat sekitar.



Next post
