Pelepasan Mahasiswa Program Kampus Mengajar Batch 7 “Tingkatkan Pengajaran di satuan Pendidikan dengan membangun Pendidikan yang Maju, Inovatif dan Inklusif”
Banjarmasin – Universitas Lambung mangkurat dengan bangga melaksanakan pelepasan Mahasiswa Kampus Mengajar pada Kamis (16/2/2024) yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH. dan turut hadir Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas dan Sistem Informasi Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc, Koordinator MBKM ULM, PIC Kampus Mengajar, Kepala BAK, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa program Kampus Mengajar Angkatan 7.
Program Kampus Mengajar Angkatan 7 mengusung tema “Tingkatkan Pengajaran di satuan Pendidikan dengan membangun Pendidikan yang Maju, Inovatif dan Inklusif”. Dr. Iwan dalam sambutannya menaruh perhatian penuh terhadap tema yang dirancang untuk program ini yang dirasa sangat menarik. Beliau menggaris bawahi poin-poin penting yang ada dalam tema yakni maju, inovatif dan inklusif. Maju yang berarti mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, inovatif yang berarti sebuah keterbaruan atau sesuatu yang belum ada dari sebelumnya, lalu yang terakhir inklusif yang berarti memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain. Hal ini tentu menjadi sebuah dasar bagi peserta kelak di tempat penugasan untuk mewujudkan program kerja mereka.
Kampus Mengajar merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Pada kesempatan ini peserta Kampus Mengajar angkatan 6 juga berbagi pengalaman dan menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam berkontribusi secara langsung sebagai agen perubahan pada pendidikan Indonesia. Pertama melakukan observasi tempat atau sekolah, bagaimana kebiasaan atau budaya yang tertanam baik itu siswa, guru maupun masyarakat sekitar agar dapat merancang program kerja yang efektif dan efisien. Lalu pembiasaan, Mahasiswa harus bisa membiasakan diri berbaur dengn siswa, guru dan masayrakat sekitar untuk lebih mengenal karakter mereka. Serta, melakukan rancangan program yang sudah disusun dan didiskusikan bersama dengan guru, kepala sekolah dan dosen pembimbing lapangan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia adalah rendahnya indeks literasi dan indeks numerasi yang masih rendah, bahkan indeks literasi menurut data yang didapat Wakil Rektor kisarannya berada di 0,001 %. Hal itu menandakan bahwa dari 1000 orang hanya 1 orang yang gemar membaca, Tak hanya itu, Indonesia juga berada pada posisi 63 dari 203 negara dalam kategori pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia masih belum bisa bersanding dengan negara-negara maju dalam hal pendidikan. Maka dari itu, dengan program ini diharapkan guru serta mitra guru yang dalam hal ini adalah mahasiswa dapat merancang program-program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Lebih lanjut Dr. Iwan juga menambahkan bahwa keberadaan Mahasiswa ULM dalam program Kampus Mengajar ini juga tidak semata-mata hanya untuk mengajar melainkan menjadi mitra guru dan agen perubahan dalam mewujudkan program kerja pendidikan yang lebih inovatif dan inklusif. “Mudah-mudahan tema tadi bisa di implementasikan, memberi dampak positif bagi masyarakat dan ULM akan semakin maju” tutup beliau.








