Fakultas Hukum Catat Sejarah Dalam Pengukuhan 10 Guru Besar
Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menambah jumlah Guru Besar di ULM. Hal ini diakui sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa sepanjang sejarah ULM di mana Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri., S.E., M.Si mengukuhkan secara bersamaan 10 Guru besar dari 1 Fakultas yakni Fakultas Hukum. Fakultas Hukum juga merupakan salah satu Fakultas yang berkontribusi dalam penambahan jumlah Guru Besar di ULM. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi ULM yang secara progresif terus menambah jumlah Guru Besar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi oleh pimpinan fakultas hukum dan seluruh dosen serta civitas akademika Fakultas Hukum lainnya,” ucap rektor.
Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa guru besar merupakan salah satu marwah universitas, sehingga semakin banyak jumlah guru besar yang ada di perguruan tinggi itu semakin memenuhi standar kualifikasi yang lebih tinggi.
“Kita berharap, dengan semakin bertambahnya jumlah guru besar di ULM, dapat terus meningkatkan kualitas penelitian dan tri dharma perguruan lainnya di ULM, sehingga ULM bisa bersaing sampai tingkat internasional,” tutur beliau dalam sambutannya.
Prof. Ahmad percaya capaian ini bukanlah hasil dari kerja individu semata, melainkan hasil kerja dari kolaborasi dan sinergitas dari berbagai pihak yang terlibat di dalam proses pengusulan Guru Besar.
Kegiatan yang dilaksanakan di Fakultas Hukum pada Rabu (26/10/2023) ini membuat penambahan Guru Besar yang cukup siginifikan sekitar 48 Guru Besar dari berbagai bidang selama setahun Prof. Ahmad memegang amanah jabatan sebagai Rektor. Dari pengukuhan kali ini, ULM telah resmi memiliki 116 Guru Besar yang merupakan jumlah Guru Besar terbanyak di Perguruan Tinggi Kawasan Regional Kalimantan. Rektor ULM berharap penambahan jumlah Guru Besar bisa terus dipertahankan.
“Masih ada waktu untuk mengejar target,” tambahnya.
Pertumbuhan jumlah Guru besar di ULM juga diharapkan dapat menambah jumlah program studi baru terutama program doktor (S3) yang kini sudah memiliki 9 disiplin ilmu, yaitu S3 Ilmu Pertanian, S3 Studi Pembangunan, S3 Ilmu Lingkungan, S3 Ilmu Kedokteran, S3 Hukum, S3 Ilmu Manajemen, S3 Administrasi Pendidikan, S3 Bahasa Indonesia dan S3 Pendidikan IPS.
Adapun 10 Guru Besar Ilmu Hukum yang dilantik pada rapat terbuka Senat ULM, yaitu:
- Prof Dr Achmad Faisal SH MH dengan orasi ilmiah “Hukum Administrasi di Indonesia dan Penguasaan Sumber Daya Alam”.
- Prof Dr Ahmad Syaufi SH MH, orasi ilmiah “Model Integrasi Keadilan Restoratif-Retributif untuk Mewujudkan Sistem Peradilan Pidana yang Humanis dan Keadilan Terpadu”.
- Prof Dr Suprapto SH MH, orasi ilmiah “Pendekatan Sistem Keputusan Elektronis dalam Mengatasi Problematik Keputusan Fiktif”.
- Prof Dr Rachmadi Usman SH MH, orasi ilmiah “Penguatan Perlindungan Hukum bagi Pengguna dalam Transaksi Uang Elektronik sebagai Instrumen Pembayaran Nontunai secara Digital”.
- Prof Dr Djoni Sumardi Gozali SH MHum, orasi ilmiah “Dimensi Kesepakatan dan Keadilan dalam Ganti Kerugian Pengambilan Tanah Masyarakat untuk Kepentingan Umum”.
- Prof Dr Ichsan Anwary SH MH, orasi ilmiah “Dinamika Ketatanegaraan Indonesia Berkonstitusi”.
- Prof Dr Anang Shophan Tornado SH MH MKn, orasi ilmiah “Limitasi Jangka Waktu Penyidikan oleh KPK Pasca Penetapan Tersangka Berdasarkan Putusan Pra Peradilan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia”.
- Prof Dr Diana Haiti SH MH, orasi ilmiah “Mediasi Penal sebagai Alternatif Penyelesaian Kasus Malpraktik Medik dalam Sistem Hukum Pidana”.
- Prof Dr Mulyani Zulaeha SH MH, orasi ilmiah “Pembuktian Kepailitan di Indonesia Perspektif Keadilan”.
- Prof Dr Mispansyah SH MH, orasi ilmiah “Pemberantasan Korupsi di Indonesia dalam Pendekatan Sistem Hukum”.














Previous post
