{"id":33432,"date":"2025-09-25T13:02:02","date_gmt":"2025-09-25T05:02:02","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=33432"},"modified":"2025-09-30T13:08:05","modified_gmt":"2025-09-30T05:08:05","slug":"ulm-perkenalkan-restorasi-lahan-basah-pulau-curiak-kepada-guru-australia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/09\/25\/ulm-perkenalkan-restorasi-lahan-basah-pulau-curiak-kepada-guru-australia\/","title":{"rendered":"ULM Perkenalkan Restorasi Lahan Basah Pulau Curiak kepada Guru Australia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat perannya dalam pelestarian lingkungan dengan mengenalkan program restorasi ekosistem lahan basah Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kepada pendidik internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan tersebut dilakukan oleh dua guru dari Bunburry Cathedral Grammar School, Australia, yaitu Rob Brooksbank dan Roxanne Wilson, yang berkesempatan melihat langsung upaya ULM melalui Stasiun Riset Bekantan di kawasan konservasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPulau Curiak merupakan laboratorium alam bagi ekosistem lahan basah yang menjadi habitat bekantan, satwa endemik dan ikon Kalimantan Selatan,\u201d ujar Dr. Amalia Rezeki, dosen ULM sekaligus doktor konservasi bekantan perempuan pertama di Indonesia, saat menerima kunjungan di Banjarmasin, Rabu (24\/9\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amalia atau akrab disapa Amel menjelaskan bahwa restorasi mangrove awalnya dilakukan untuk menyelamatkan bekantan yang populasinya terancam punah akibat alih fungsi lahan. \u201cKunci utama menyelamatkan bekantan adalah menyelamatkan habitatnya,\u201d tegas Amel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program restorasi yang telah dijalankan sejak 2015 oleh tim Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bersama ULM itu tidak hanya memulihkan habitat satwa, tetapi juga mendukung mitigasi perubahan iklim. Hutan mangrove, lanjut Amel, mampu menyerap karbon hingga empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan hutan tropis biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga saat ini, lebih dari 20.000 pohon mangrove telah ditanam di kawasan sempadan Sungai Barito, dengan spesies utama rambai (Sonneratia caseolaris) yang menjadi sumber pakan bekantan dan penopang ekosistem lahan basah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rob Brooksbank menyampaikan kekagumannya terhadap hasil restorasi yang telah dicapai. \u201cPohon yang kami lihat di Pulau Curiak, yang ditanam sejak 2018, kini tumbuh menjadi kawasan penyangga penting bagi habitat bekantan dan berbagai satwa khas lahan basah lainnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset dan pendidikan antara ULM dan lembaga pendidikan di Australia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya ULM melalui penelitian, edukasi, dan restorasi lahan basah ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi tertua di Kalimantan tersebut untuk berperan aktif menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mengatasi tantangan global berupa perubahan iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperkuat perannya dalam pelestarian lingkungan dengan mengenalkan program restorasi ekosistem lahan basah Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kepada pendidik internasional. Kunjungan tersebut dilakukan oleh dua guru dari Bunburry Cathedral Grammar School, Australia, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":33444,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33446,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432\/revisions\/33446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}