{"id":33385,"date":"2025-09-25T16:09:02","date_gmt":"2025-09-25T08:09:02","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=33385"},"modified":"2025-09-25T16:10:45","modified_gmt":"2025-09-25T08:10:45","slug":"guru-besar-ulm-tempati-peringkat-32-peneliti-pendidikan-anak-usia-dini-dunia-versi-ad-scientific-index","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/09\/25\/guru-besar-ulm-tempati-peringkat-32-peneliti-pendidikan-anak-usia-dini-dunia-versi-ad-scientific-index\/","title":{"rendered":"Guru Besar ULM Tempati Peringkat 32 Peneliti Pendidikan Anak Usia Dini Dunia Versi AD Scientific Index"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu dosen terbaiknya. Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM, meraih peringkat 32 dunia sebagai peneliti di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan <em>AD Scientific Index<\/em>. Capaian tersebut diperoleh dengan H-Index 31, i10 Index 89, dan Citation Counts sebanyak 4.029.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Prof. Suriansyah, capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan wujud aktualisasi diri sebagai akademisi. \u201cPencapaian prestasi apapun bagi setiap orang adalah hal yang didambakan. Namun bagi akademisi, kepuasan tertinggi justru ketika karya ilmiah kita dibaca dan dijadikan rujukan banyak orang. Pemeringkatan bukan tujuan utama, tetapi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, faktor terbesar yang mendorong capaian ini adalah motivasi diri, kesadaran diri, dan kepercayaan diri. Tanpa tiga hal tersebut, energi besar dalam diri seseorang tidak akan tumbuh. Namun, ia juga menekankan pentingnya dukungan institusi dan budaya kerja kolaboratif di program studi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya bersyukur berada di lingkungan dengan budaya kerjasama yang kuat antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjalanan riset, Prof. Suriansyah mengakui tantangan terbesar justru berasal dari internal, yaitu menjaga daya dorong untuk terus kreatif dan inovatif. \u201cKadang ada teman sejawat yang masih berada di zona nyaman. Tapi saya melihatnya bukan sebagai hambatan, melainkan peluang. Saya selalu menekankan kepada dosen junior bahwa kita semua punya kesempatan berprestasi, tanpa mengenal usia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait strategi penguatan riset dan publikasi, Prof. Suriansyah menekankan pentingnya kolaborasi, pendampingan mahasiswa, dan kemitraan dengan pemangku kepentingan. Di program studi PAUD, penelitian selalu diawali diskusi kelompok agar tetap fokus pada bidang keilmuan. Mahasiswa dilibatkan dalam penelitian, bahkan didukung dalam publikasi hingga pendaftaran hak cipta karya ilmiah. Hasil penelitian pun ditawarkan kepada dinas pendidikan dan lembaga PAUD agar bisa diimplementasikan secara nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof. Suriansyah juga memberikan pesan motivasi bagi dosen muda dan mahasiswa agar tidak takut berkontribusi. \u201cApapun yang kita lakukan dan berdampak pada pendidikan merupakan amal jariah. Kalau mau jadi hebat, tidak perlu menonjolkan diri. Tunjukkan saja hasil karya Anda, karena kualitas akan membuat orang lain mengakui,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prestasi Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika ULM untuk terus mengembangkan penelitian dan publikasi yang bermanfaat luas, baik secara akademis maupun praktis di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin \u2013 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu dosen terbaiknya. Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D, Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM, meraih peringkat 32 dunia sebagai peneliti di bidang Pendidikan Anak &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":33389,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33385"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33385"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33391,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33385\/revisions\/33391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}