{"id":30816,"date":"2025-03-10T10:10:22","date_gmt":"2025-03-10T02:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=30816"},"modified":"2025-04-16T09:13:58","modified_gmt":"2025-04-16T01:13:58","slug":"hari-perempuan-nasional-2025-pengingat-indah-sebagai-pentingnya-peran-perempuan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/03\/10\/hari-perempuan-nasional-2025-pengingat-indah-sebagai-pentingnya-peran-perempuan-indonesia\/","title":{"rendered":"Hari Perempuan Nasional 2025, Pengingat Indah Sebagai Pentingnya Peran Perempuan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pengingat pentingnya perjuangan perempuan di seluruh dunia untuk mendapatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan, termasuk di Indonesia. Indonesia merayakan Hari Perempuan Nasional (HPN) setiap tanggal 8 Maret untuk menghormati dan menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.<br \/>\nDiperingati pertama kali pada 8 Maret 1928 sebagai tanggapan terhadap perjuangan perempuan di Indonesia yang tergabung dalam organisasi perempuan yang berfokus pada hak-hak perempuan, termasuk hak suara dalam pemilu. Saat ini, HPN adalah kesempatan untuk menilai kembali pencapaian dan kesulitan yang dihadapi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut situs UN Women, PBB setiap tahun menetapkan tema untuk Hari Perempuan Internasional. Tahun ini, PBB menetapkan tema &#8220;Untuk setiap wanita dan perempuan: Hak, Kesetaraan, dan Kemandirian&#8221;. Tema tersebut berisikan pesan untuk\u00a0mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk bekerja sama untuk mewujudkan hak, kesetaraan, dan kesempatan yang sama untuk semua orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ishlah Wahdini, seorang staf ULM berpendapat bahwa HPN bukan sekadar momen simbolis setahun sekali, tapi pengingat indah tentang betapa kuat, lembut, cerdas, dan berpengaruhnya perempuan dalam kehidupan kita sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di era globalisasi saat ini, pemberdayaan perempuan telah mendapat perhatian yang lebih besar. Meskipun banyak kemajuan telah dicapai, perempuan masih menghadapi banyak tantangan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. \u201cTantangan terbesar yang dihadapi perempuan Indonesia saat ini itu bersifat ganda dan berlapis karena perempuan seringkali berada di persimpangan antara ekspektasi sosial, tekanan budaya, dan realitas hidup yang terus berubah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ishlah juga menerangkan berbagai macam tantangan yang dihadapi perempuan indonesia di masa kini, seperti :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Standar Ganda dalam Peran Gender<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perempuan masih sering dibebani ekspektasi untuk \u201charus serba bisa\u201d: sukses di karier, tapi tetap jago urus rumah; mandiri, tapi jangan terlalu dominan; cantik, tapi jangan terlalu menonjol. \u201cKalau terlalu aktif, dibilang ambisius. Kalau diam, dibilang nggak punya\u00a0semangat.\u201d yang kadang membuat perempuan menjadi serba salah.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong>Ketimpangan Kesempatan Ekonomi &amp; Karier<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak perempuan masih terjebak di sektor informal\/tidak mendapat posisi strategis karena bias gender. Bahkan saat bekerja keras, perempuan bisa saja digaji lebih rendah daripada laki-laki dengan posisi sama.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li><strong>Ketiga, Tekanan Mental &amp; Kesehatan Emosional<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perempuan sering menjadi &#8220;penjaga emosi keluarga&#8221; yang selalu dituntut kuat dan sabar, meski dirinya sendiri belum tentu baik-baik saja. Kesehatan mental perempuan sering diabaikan, bahkan oleh dirinya\u00a0sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerempuan itu seperti matahari,kadang hangat, kadang menyengat, tapi selalu ada untuk menyinari. Entah dia seorang ibu, guru, sahabat, pekerja, pemimpin, atau anak muda dengan mimpi-mimpi besar semuanya punya peran luar biasa yang layak dirayakan dan dihargai\u00a0setiap\u00a0hari.\u00a0\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, Ishlah memberikan pesan untuk para perempuan Indonesia:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Perempuan Indonesia, kamu hebat<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di dunia yang kadang belum sepenuhnya adil, kamu tetap berjalan, tetap bertahan, dan bahkan tetap memberi cinta. Kamu tumbuh dalam tekanan, tapi tak lupa berbagi kehangatan. Kamu terluka, tapi tetap jadi pelindung untuk orang lain.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di Hari Perempuan Nasional ini, izinkan dirimu:<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Untuk merasa bangga atas sekecil apa pun langkahmu.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Untuk berhenti sejenak dan memeluk dirimu sendiri.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Untuk tahu bahwa kamu tidak harus sempurna untuk layak dihargai.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Untuk bersuara tanpa takut, dan bermimpi tanpa batas.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ingat yaaaaa Jangan pernah ragu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, bukan versi yang dunia paksa.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Karena dunia ini butuh lebih banyak perempuan yang hidup sebagai dirinya sendiri&#8230;. dengan keberanian, kelembutan, dan keautentikan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Selamat Hari Perempuan Nasional.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Terus bersinar, dengan caramu\u00a0sendiri.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pengingat pentingnya perjuangan perempuan di seluruh dunia untuk mendapatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan, termasuk di Indonesia. Indonesia merayakan Hari Perempuan Nasional (HPN) setiap tanggal 8 Maret untuk menghormati dan menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan. Diperingati pertama kali &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":30832,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[319],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30833,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816\/revisions\/30833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}