{"id":30593,"date":"2025-01-08T12:27:00","date_gmt":"2025-01-08T04:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=30593"},"modified":"2025-03-07T12:36:16","modified_gmt":"2025-03-07T04:36:16","slug":"wisatawan-kapal-pesiar-australia-kunjungi-stasiun-riset-bekantan-di-pulau-curiak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2025\/01\/08\/wisatawan-kapal-pesiar-australia-kunjungi-stasiun-riset-bekantan-di-pulau-curiak\/","title":{"rendered":"Wisatawan Kapal Pesiar Australia Kunjungi Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"30593\" class=\"elementor elementor-30593\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-28023fdd elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"28023fdd\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-2969e0d6\" data-id=\"2969e0d6\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7cdbb0eb elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7cdbb0eb\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<p style=\"text-align: justify;\">Banjarmasin, 7 Januari 2025\u00a0&#8211; Sebanyak 46 wisatawan minat khusus dari berbagai negara, termasuk Australia, Switzerland, dan Amerika Serikat, mengunjungi Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak, Kalimantan Selatan. Para wisatawan yang berlayar dengan Kapal Pesiar Coral Geographer pada Selasa (7\/1) ini ingin melihat langsung sanctuary alami bekantan (<em><i>Nasalis larvatus<\/i><\/em>) yang dikelola oleh Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Foundation.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Rombongan wisatawan disambut oleh Dr. Amalia Rezeki, pendiri SBI Foundation, bersama timnya. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena kawasan konservasi yang mereka kelola menarik perhatian wisatawan yang peduli terhadap lingkungan dan satwa liar.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMereka sangat tertarik dan mengapresiasi cerita perjuangan kami dalam melestarikan bekantan serta memulihkan ekosistem lahan basah di Pulau Curiak,\u201d ujar Dr. Amalia, yang akrab disapa Amel.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu wisatawan yang hadir, Oswald Huma, Executive Director dari Signature Papua Tours and Travel, turut mengungkapkan kekagumannya terhadap pengelolaan Pulau Curiak. Menurutnya, upaya SBI dalam menyelamatkan bekantan dan memulihkan ekosistem kawasan ini sangat menarik bagi wisatawan dengan minat khusus.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya sebagai orang yang berkecimpung di dunia perjalanan wisata sangat tertarik untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata minat khusus yang berkelanjutan,\u201d kata Oswald.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dr. Gary L. Shapiro, seorang peneliti senior orangutan asal Amerika Serikat yang juga menjabat sebagai Presiden dan Co-Founder Orangutan Republic Foundation. Dengan bahasa Indonesia yang fasih, ia menyatakan rasa senangnya bisa bertemu dengan tim yang memiliki semangat kuat dalam konservasi.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berharap semakin banyak orang yang datang dan mendukung yayasan ini, serta memiliki visi yang sama dalam pelestarian satwa liar,\u201d ujarnya. Dr. Gary merupakan pakar konservasi orangutan yang telah berkecimpung dalam bidang ini selama lebih dari 50 tahun, termasuk dalam proyek pionir di Taman Nasional Tanjung Puting pada 1978-1981.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Anne, seorang <em><i>guest lecturer<\/i><\/em>\u00a0dari Coral Expedition, juga terkesan dengan kunjungannya ke Stasiun Riset Bekantan meskipun merasa waktu yang tersedia terlalu singkat.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya pikir tempat ini luar biasa. Apa yang telah dilakukan dalam waktu singkat benar-benar menginspirasi,\u201d ungkapnya.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama kunjungan, para wisatawan diajak menyusuri trek titian ulin di kawasan restorasi mangrove rambai (<em><i>Sonneratia caseolaris<\/i><\/em>), mengamati perilaku bekantan, serta melihat satwa liar khas lahan basah lainnya. Mereka juga mengunjungi rumah pembibitan mangrove dan turut serta dalam kegiatan penanaman pohon, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian ekosistem Pulau Curiak.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan di Stasiun Riset Bekantan tidak hanya berdampak pada pelestarian bekantan dan ekosistemnya, tetapi juga menarik perhatian dunia internasional sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi.<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-20b8ec3 elementor-arrows-position-inside elementor-pagination-position-outside elementor-widget elementor-widget-image-carousel\" data-id=\"20b8ec3\" data-element_type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;slides_to_show&quot;:&quot;1&quot;,&quot;navigation&quot;:&quot;both&quot;,&quot;autoplay&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;pause_on_hover&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;pause_on_interaction&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;autoplay_speed&quot;:5000,&quot;infinite&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;effect&quot;:&quot;slide&quot;,&quot;speed&quot;:500}\" data-widget_type=\"image-carousel.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-image-carousel-wrapper swiper-container\" dir=\"ltr\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-image-carousel swiper-wrapper\" aria-live=\"off\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"swiper-slide\" role=\"group\" aria-roledescription=\"slide\" aria-label=\"1 of 3\"><figure class=\"swiper-slide-inner\"><img class=\"swiper-slide-image\" src=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/7jan-e1741321971394.webp\" alt=\"7jan\" \/><\/figure><\/div><div class=\"swiper-slide\" role=\"group\" aria-roledescription=\"slide\" aria-label=\"2 of 3\"><figure class=\"swiper-slide-inner\"><img class=\"swiper-slide-image\" src=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/7jan-2-e1741321948378.jpg\" alt=\"7jan (2)\" \/><\/figure><\/div><div class=\"swiper-slide\" role=\"group\" aria-roledescription=\"slide\" aria-label=\"3 of 3\"><figure class=\"swiper-slide-inner\"><img class=\"swiper-slide-image\" src=\"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/7-jan-2-e1741321887947.jpg\" alt=\"7 jan (2)\" \/><\/figure><\/div>\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-swiper-button elementor-swiper-button-prev\" role=\"button\" tabindex=\"0\">\n\t\t\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"eicon-chevron-left\"><\/i>\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-swiper-button elementor-swiper-button-next\" role=\"button\" tabindex=\"0\">\n\t\t\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"eicon-chevron-right\"><\/i>\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"swiper-pagination\"><\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarmasin, 7 Januari 2025\u00a0&#8211; Sebanyak 46 wisatawan minat khusus dari berbagai negara, termasuk Australia, Switzerland, dan Amerika Serikat, mengunjungi Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak, Kalimantan Selatan. Para wisatawan yang berlayar dengan Kapal Pesiar Coral Geographer pada Selasa (7\/1) ini &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":30596,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[23],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30593"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30593"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30593\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30605,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30593\/revisions\/30605"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}