{"id":29859,"date":"2024-12-20T15:16:38","date_gmt":"2024-12-20T07:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/?p=29859"},"modified":"2024-12-20T15:16:38","modified_gmt":"2024-12-20T07:16:38","slug":"karang-gigi-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/2024\/12\/20\/karang-gigi-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Karang Gigi: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Karang gigi, atau yang dikenal dengan istilah medis <em><i>dental <\/i><\/em><em><i>calculus<\/i><\/em>, adalah plak gigi yang mengeras akibat penumpukan bakteri, sisa makanan, dan mineral dari air liur. Karang gigi biasanya terbentuk di permukaan gigi, terutama di dekat garis gusi. Sayangnya, sikat gigi saja tidak bisa menghilangkan karang gigi. Karang gigi\u00a0yang dibiarkan\u00a0terus-menerus tanpa dibersihkan bisa memicu berbagai masalah kesehatan mulut yang lebih serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Penyebab Karang Gigi<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karang gigi terbentuk ketika plak gigi tidak dibersihkan dengan baik. Plak ini berasal dari kombinasi bakteri mulut dan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Plak yang dibiarkan dan\u00a0tidak dibersihkan\u00a0akan bercampur dengan mineral dari air liur dan mengeras menjadi karang gigi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor-faktor lain yang dapat mempercepat pembentukan karang gigi di antaranya yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan mulut, seperti jarang menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.<\/li>\n<li>Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, yang mendukung pertumbuhan bakteri.<\/li>\n<li>Merokok.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Dampak Karang Gigi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karang gigi tidak hanya mengganggu penampilan dan menyebabkan bau mulut, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan, misalnya radang gusi. Beberapa dampak negatifnya antara lain:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><b><\/b><strong><b>Radang gusi (gingivitis)<\/b><\/strong><strong><b>.<\/b><\/strong>Karang gigi yang menumpuk di garis gusi dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi.<\/li>\n<li><b><\/b><strong><b>Penyakit periodontal<\/b><\/strong><strong><b>.<\/b><\/strong>Radang gusi yang dibiarkan\u00a0dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, merusak jaringan pendukung gigi, bahkan menyebabkan gigi goyang atau tanggal.<\/li>\n<li><b><\/b><strong><b>Bau mulut<\/b><\/strong><strong><b>. <\/b><\/strong>Bakteri yang berkumpul di karang gigi dapatdapat menyebabkan bau mulut.<\/li>\n<li><b><\/b><strong><b>Karies gigi<\/b><\/strong><strong><b>.<\/b><\/strong>Bakteri di sekitar karang gigi dapat merusak enamel\u00a0atau lapisan luar gigi hingga bisa\u00a0menyebabkan gigi berlubang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Cara Mengatasi dan Mencegah Karang Gigi<\/b><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembentukan karang gigi dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dengan cara:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Menyikat gigi minimal 2 (dua) kali sehari dengan pasta gigi berfluoride<\/li>\n<li>Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi<\/li>\n<li>Berkumur dengan obat kumur antibakteri<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis juga dapat mencegah pembentukan karang gigi karena adanya endapan gula dapat memicu pembentukan plak. Periksa gigi secara rutin juga sangat disarankan untuk dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali untuk mencegah masalah gigi yang lebih serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun cara mengatasi karang gigi hanya bisa dilakukan melalui prosedur <em><i>scaling<\/i><\/em>, di mana karang gigi dibersihkan dengan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter gigi, Anda dapat mencegah pembentukan karang gigi dan menjaga kesehatan gigi serta gusi. Perhatikan tanda-tanda awal, seperti gusi yang merah atau mudah berdarah, agar dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) membuka pelayanan kesehatan gigi di klinik Banjarbaru dan Banjarmasin. Layanan kesehatan gigi yang dibuka mulai dari konsultasi, pemeriksaan gigi, pembersihan karang gigi, tambal gigi, hingga perawatan saluran akar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karang gigi, atau yang dikenal dengan istilah medis dental calculus, adalah plak gigi yang mengeras akibat penumpukan bakteri, sisa makanan, dan mineral dari air liur. Karang gigi biasanya terbentuk di permukaan gigi, terutama di dekat garis gusi. Sayangnya, sikat gigi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":29874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"pmpro_default_level":0},"categories":[66],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29859"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29863,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29859\/revisions\/29863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ulm.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}